Senin, 17 Februari 2020

Fotografi

*MENGANALISIS ILMU FOTOGRAFI
*MENGOPERASIKAN JENIS-JENIS KAMERAe DAN ALAT
BANTU FOTOGRAFI

A. PENGERTIAN FOTOGRAFI
Kata Fotografi diambil dari Yunani yaitu kata Fotos yang berarti sinar atau
cahaya, dan Grafos yang bararti gambar. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses
pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi
berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek
dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka
cahaya.
Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan
sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar
dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan
cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

B. JENIS FOTOGRFAFI POPULER
Tahukah anda jenis fotografi apakah yang popular di masyarakat ? Dalam dunia
fotografi bayak terdapat jenis-jenis fotografi. Masing-masing jenis fotografi memiliki
teknik dan skill yang berbeda.

1. Landscape photography
Biasaya landscape fotografi mengabadikan foto-foto pemandangan ataupun
keadaan alam. Anda dapat menemukan karya-karya landscape foto di “National
Geographic”.



2. Wildlife photography
Fotografi jenis ini berfokus pada hewan dan habitat alami satwa liar. Sebagian
foto-foto ini dicetak dalam jurnal dan pemeran. Banyak orang berlatih jenis fotografi
ini. Namun bukan hal yang mudah karena selain kamera yang canggih, lensa yang
bagus, senter yang kuat, anda juga membutuhkan kesabaran ekstra untuk membidik
foto yang menawan.



3. Aerial photography (Foto Udara)
Aerial fotografi adalah jenis fotografi di mana foto diambil dari udara dengan
menggunakan pesawat, balon udara, parasut atau diambil dari atas gedung pencakar
langit. Foto-foto ini memberikan tampilan yang lebih besar dari subjek dan latar
belakang.



4. Sports photography
Merupakan fotografi mengkhususkan diri dalam menangkap momen yang
menentukan dalam sebuah acara olahraga.Fotografi olahraga adalah salah satu jenis
fotografi yang sulit, karena membutuhkan banyak latihan dan peralatan yang
memadahi.



5. Portrait photography
Fotografi potrait adalah segala hal mengenai menangkap suasana hati
seseorang dengan penekanan ekspresi. Jenis ini tidak perlu menggunakan model
profesional, bisa memotret anggota keluarga.



6. Architectural photography
Fotografi arsitektur adalah fotografi yang berkaitan dengan mengambil foto
sebuah struktur rumah atau bangunan dari sudut yang berbeda.



7. Event photography Dapat dikatakan bahwa para fotografer pendatang baru memulai karirnya
dengan berlatih memotret acara pernikahan atau event fotografi.



8. Fashion photography
Fotografi fashion ialah memotret model dengan pencahayaan yang glamour
dan juga selain model fotografer memotret item fashion seperti tas, baju, sepatu,
aksesoris, atau make up. Fotografi jenis ini biasanya banyak digunakan dalam dunia
periklanan dan majalah fashion.



9. Macro photography
Fotografi makro adalah jenis fotografi di mana gambar dibidik dengan kisaran
lebih dekat untuk menampilkan rincian materi subjek yang ingin ditonjolkan. Subyek
yang menarik dari fotografi makro adalah bunga, serangga, tekstur dari sweater, atau
keranjang.



10. Baby/Family photography
Fotografi Bayi / keluarga
adalah jenis fotografi lain yang
populer. Fotografi Bayi / keluarga
dilakukan ketika keluarga biasanya
baru saja mendapatkan bayi yang baru lahir. Ekspresi berbeda bayi bersama dengan
anggota keluarga yang dibidik dalam fotografi jenis ini. Seluruh keluarga datang
bersama-sama untuk membekukan satu sesi pemotretan yang dapat dilakukan secara
indoor atau outdoor.



*Menerapkan prosedur pe
ngukuran bidang pandang dan sudut pengambilan
gambar
*Mengambil gambar sesuai bidang
pandang dan sudut pandang

A. UKURAN BIDANG PANDANG GAMBAR
Bidang pandangan atau framing adalah langkah pengambilan gambar yang
menentukan luas bidang pandangan suatu obyek utama dan obyek lainnya dalam
hubungannya dengan latar belakang. Macam - macam ukuran bidang pandang
pengambilan gambar bergerak yaitu :

1. Extreme Close Up (ECU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari keseluruhan obyek yang di bidik,
misalnya matanya, kupingnya, atau mulutnya saja, juga bisa diterapkan terhadap
benda lain yang tidak bernyawa seperti pisau, pistol, batu dan lai sebagainya.
Fungsi dari teknik ini adalah ingin menyampaikan karakter detail dari sebuah
obyek, sehingga karakternya dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh pemirsa.



2. Big Close Up (BCU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari wajah, dari dagu hingga kepala
atau kening. Pengambilan gambar ini lebih tajam dari pengambilan gambar Close Up.
Apakah anda tahu perbedaan Long Shot dengan Close Up? Berikut akan kita bahas
tentang bidang pandang gambar.


Tipe shot ini dapat mewujudkan kedalaman pandangan mata, sorot bahagian
sampai emosi hingga keharuan. Tanpa kata, tanpa bahasa tubuh, tanpa intonasi BCU
sudah mewujudkan semuanya.


3. Close Up (CU)
Teknik pengambilan gambar sebagian dari keseluruhan obyek, dari
ujungnkepala sampai batas bahu atau dada seseorang. Fungsi dari teknik ini adalah
ingin menyampaikan karakter detil dari sebuah obyek, sehingga karakternya terutama
pada obyek manusia dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh pemirsa. Pengambilan
gambar ini biasanya menampilkan identifikasi psikologi sebuah karakter.



4. Medium Close Up (MCU)
Teknik pengambilan gambar dari ujung kepala sampai ulu hati seseorang.



5. Medium Shot (MS)
Teknik ini akan memvisualisasikan setengah dari keseluruhan bidikan obyek
manusia misalnya dari ujung kepala hingga pinggang obyek atau seseorang. Fungsi
dari teknik ini ingin menyampaikan keadaan obyek beraktifitas.



6. Knee Shot (KS)
Teknik ini dengan ukuran gambar tiga perempat ( ¾ ) dari keseluruhan bidikan
obyek manusia misalnya dari ujung kepala sampai lutut obyek atau seseorang.



7. Full Shot (FS)
Teknik pengambilan gambar keseluruhan bidikan obyek manusia atau
binatang maupun kendaraan, misalnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.



8. Long Shot (LS)
Teknik pengambilan gambar yang menunjukkan kesan luas pandang dan
mengecilnya obyek dari pandangan, sehingga keberadaan obyek terlihat jauh dari
pandangan mata.
Fungsi dari teknik ini ingin menyampaikan keadaan obyek yang beraktifitas
dengan keluasan suasana lingkungan dimana obyek berada.



9. Extreme Long Shot (ELS)
Teknik pengambilan gambar yang mana obyeknya lebih kecil dari Long Shot
dengan menampakkan suasana keberadaan obyek yang lebih luas. Shot ini digunakan
apabila gambar yang ingin diambil adalah gambar yang sangat sangat jauh, panjang,
luas dan berdimensi lebar.



10. Establishing Shot
Pengambilan gambar secara keseluruhan suatu tempat atau pemandangan
untuk memberi orientasi tempat dimana peristiwa atau adegan itu terjadi, biasa
disingkat ESTABLISH saja.




11. One Shot
Shot yang menampilkan satu orang / subjek terlepas dari jauh atau dekatnya
pengambilan gambar.



12. Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang / objek terlepas dari jauh atau dekatnya
pengambilan gambar.



13. Three Shot
Shot yang menampilkan tiga orang / obyek terlepas dari jauh atau dekatnya
pengambilan gambar.



14. Group Shot
Shot yang menampilkan sekelompok orang / obyek atau lebih dari tiga orang /
obyek terlepas dari jauh atau dekatnya pengambilan gambar



15. OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar dimana kamera berada di belakang bahu salah satu
pelaku atau di belakang objek yang membelakangi, dan tampak di dalam frame.
Sementara obyek utama tampak menghadap kamera dengan bahu lawan main.



16. POV (Point Of View)
Kamera sebagai sudut pandang pelaku atau subjek gambar




B. SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR (ANGLE)
Angle adalah sudut pengambilan gambar yang menekankan posisi kamera pada
situasi tertentu dalam membidik objek. Ada beberapa macam sudut pengambilan gambar
dalam fotografi, yaitu :

1. Eye Level
Merupakan sudut pengambilan gambar atau angle yang netral sehingga
disebut juga Normal Angle. Pada angle ini tingginya kameraa saat membidik harus
sejajar dengan subjek / objek yang dibidik. Bila memotret seseorang maka bagian
tubuh yang dijadikan tolak ukur untuk mensejajarkan sorotan kamera dengan subjek
adalah pada posisi kepala, lebih tepatnya jatuh di mata.



2. Bird eye view
Foto yang diambil dengan posisi angle ini akan memperhatikan sudut
pengambilan gambar dari ketinggan. Maksudnya pemotretan dilakukan dari tempat
yang sangat tinggi, contohnya seperti foto yang menampilkan seluruh isi kota (gedung
tinggi, ramainya kendaraan, dan aktivitas di jalan)



3. High angle
Angle ini memiliki karakter angle yang sama seperti bird eye view yaitu memotret
objek dari ketinggian, hanya saja angle ini tidak se-ekstrem bird eye view. Bila digunakan
untuk memotret seseorang maka tingginya sorotan kamera harus lebih tinggi dari posisi
kepala orang tersebut. Sehingga posisi kepada akan tampak lebih besar membulat dan
ukuran badan tampak mengecil sampai kaki seperti meruncing.



4. Low angle
Angle ini merupakan kebalikan dari high angle yaitu sudut pengambilan
gambar yang rendah dan jika digunakan untuk memotret sesorang maka tingginya
sorotan kamera harus lebih rendah dari kepala orang tersebut. Hasil foto
menggunakan angle ini juga merupakan kebalikan dari hasil high angle yaitu
membesar pada bagian kaki dan mengecil dibagian badan sampai ke kepala.



5. Frog eye angle
Angle ini memiliki karakter angle yang sama dengan low angle yaitu sudut
pengambilan gambar yang rendah hanya saja tingkat kerendahannya lebih extreme yang
dimana kamera hampir sajamenyentuh tanah. Sehingga saat menggunakan angle ini
terkadang fotografer harus tiarap saat memotret.



6. Canted angle
Disebut juga oblique angle yaitu pemilihan sudut pengambilan gambar yang
sengaja dimiringkan. Angle ini biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang
unik












Kenang-kenangan dari aku😆